Yulie Sekuritas Indonesia                                                             

Manajemen Risiko

PT. Yulie Sekuritas Indonesia, Tbk

 

Divisi manajemen risiko bertanggung jawab untuk mengelola sistem pengendalian risiko, menyusun parameter dan melakukan verifikasi dalam memproses pesanan dan atau instruksi, baik untuk kepentingan nasabah maupun untuk kepentingan Perseroan, dan melaksanakan transaksi efek dengan ketentuan:

  Menyusun dan memastikan pelaksanaan parameter batasan transaksi (trading limit), baik untuk kepentingan nasabah maupun untuk kepentingan Perseroan, yang formulasinya tertuang dalam Prosedur Operasi Standar (SOP).

  Melakukan verifikasi bahwa rekening efek nasabah telah dibuka dan disetujui oleh divisi pemasaran.

  Melakukan verifikasi sebelum melaksanakan pesanan dan atau instruksi nasabah untuk memastikan ketersediaan dana dan atau efek dalam rekening efek nasabah, dalam rangkapenyelesaian transaksi efek.

 Bagi nasabah yang tidak mempunyai rekening efek di Perseroan, verifikasi ketersediaan dana dan atau efek dilakukan dengan memastikan bahwa nasabah dimaksud telah membuat pernyataan tertulis.

   Pelaksanaan verifikasi terhadap rekening efek dan ketersediaan dana dan atau efek, dapat dilakukan baik secara manual maupun elektronik melalui sistem manajemen risiko Perseroan yang terintegrasi.

     Divisi manajemen risiko wajib menyusun Prosedur Operasi Standar, terkait dengan transaksi efek yang dilakukan untuk kepentingan Perseroan atau pihak terafiliasi, seperti pemegang saham, anggota Direksi, Dewan Komisaris maupun pegawai Perseroan, dan melaporkan transaksi efek dimaksud kepada divisi kepatuhan.

 

Tujuan Dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

1) MANAJEMEN MODAL

Perseroan mengelola modal ditujukan untuk memastikan kemampuan Perseroan melanjutkan usaha secara berkelanjutan dan memaksimumkan imbal hasil kepada pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Untuk memelihara atau mencapai struktur modal yang optimal, Perseroan dapat menyesuaikan jumlah pembayaran dividen, pengurangan modal, penerbitan saham baru atau membeli kembali saham beredar, mendapatkan pinjaman baru atau menjual aset untuk mengurangi pinjaman.

Perseroan juga diwajibkan untuk memelihara persyaratan minimum modal kerja bersih seperti yang disebutkan dalam peraturan Bapepam dan LK No. V.D.5, yang antara lain menentukan Modal Kerja Bersih Disesuaikan untuk PE yang beroperasi sebagai perantara perdagangan efek, manajer investasi dan penjamin emisi sebesar Rp 25 miliar atau 6,25 % dari total liabilitas, mana yang lebih tinggi. Jika hal ini tidak dipantau dan disesuaikan, tingkat modal kerja sesuai peraturan dapat berada di bawah jumlah minimum yang ditetapkan oleh regulator, yang dapat mengakibatkan berbagai sanksi mulai dari denda sampai dengan penghentian sebagian atau seluruh kegiatan usaha.

Untuk mengatasi risiko ini, Perseroan terus mengevaluasi tingkat kebutuhan modal kerja berdasarkan peraturan dan memantau perkembangan peraturan tentang Modal Kerja Bersih Disesuaikan yang disyaratkan dan mempersiapkan peningkatan batas minimum yang diperlukan sesuai peraturan yang mungkin terjadi dari waktu ke waktu di masa datang. Perseroan telah memenuhi persyaratan Modal Kerja Bersih Disesuaikan pada tanggal 28 Desember 2018.

Perseroan juga diwajibkan untuk mempunyai modal disetor di atas ketentuan yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Keuangan No. 179/KMK.010/2003 tentang kepemilikan saham dan permodalan perusahaan efek. Pada tanggal 28 Desember 2018, Perseroan telah memenuhi persyaratan tersebut. 

2) MANAJEMEN RISIKO

Perseroan telah mendokumentasikan kebijakan manajemen risiko keuangannya. Kebijakan yang ditetapkan merupakan strategi bisnis secara menyeluruh dan filosofi manajemen risiko. Keseluruhan strategi manajemen risiko Perseroan ditujukan untuk meminimalkan pengaruh ketidakpastian yang dihadapi dalam pasar terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dewan Direksi menentukan kebijakan tertulis manajemen risiko keuangan secara keseluruhan melalui masukan laporan komite audit.

Perseroan beroperasi di dalam negeri dan menghadapi berbagai risiko keuangan, termasuk likuiditas, harga pasar, kredit dan suku bunga. Dana Perseroan dan eksposur suku bunga dikelola oleh fungsi keuangan Perseroan sesuai dengan kerangka kebijakan yang disetujui oleh komite audit. Kerangka tersebut memaparkan risiko pada Perusahaan dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengelola risiko. 

Risiko Harga Pasar

Eksposur Perseroan terhadap risiko harga pasar muncul dari counterparty yang gagal memenuhi liabilitasnya atau melalui kesalahan perdagangan dan kesalahan lainnya.

Dalam transaksi perdagangan di bursa, Perusahaan bertindak sebagai prinsipal dan kemudian meengalihkan kontrak tersebut ke nasabah. Kegagalan nasabah menerima perdagangan akan menyebabkan Perusahaan terkena risiko harga pasar.

Perseroan juga menghadapi risiko harga pasar terkait investasi tersedia untuk dijual. Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi ini, Perseroan melakukan diversifikasi terhadap portofolionya.               

Risiko Suku Bunga

Risiko suku bunga arus kas adalah risiko arus kas di masa datang atas instrument keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Nilai wajar risiko suku bunga adalah risiko nilai wajar instrumen keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar. Perusahaan dihadapkan pada berbagai risiko terkait dengan fluktuasi suku bunga pasar.

Aset dan liabilitas keuangan yang berpotensi terpengaruh risiko suku bunga terutama terdiri dari deposito berjangka, perdagangan utang jatuh tempo dan pinjaman dari lembaga keuangan. Perusahaan memonitor perubahan suku bunga pasar untuk memastikan suku bunga Perusahaan sesuai dengan pasar. 

Risiko Kredit

Risiko kredit adalah risiko kerugian yang akan dialami Perseroan, apabila nasabah atau pihak lawan, gagal untuk memenuhi liabilitas kontraktual. Perseroan tidak memiliki risiko konsentrasi kredit yang signifikan.

Perseroan mengelola dan mengendalikan risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko yang akan diterima, tingkat jaminannya serta dengan memonitor eksposur yang berhubungan dengan batasan- batasan tersebut.

Eksposur risiko kredit Perseroan berkaitan dengan kegiatan broker saham terasosiasi pada posisi kontraktual nasabah yang muncul pada saat perdagangan. Dengan demikian, Perseroan memerlukan jaminan untuk mengurangi risiko tersebut. Jenis instrumen diterima Perseroan atas jaminan tersebut dapat berupa kas dan efek yang tercatat di bursa. 

Risiko Likuiditas

Manajemen telah membentuk kerangka kerja manajemen risiko likuiditas untuk pengelolaan dana jangka pendek, menengah dan jangka panjang dan persyaratan manajemen likuiditas. Perseroan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan cadangan yang memadai, fasilitas perbankan dan fasilitas pinjaman, dengan terus memantau rencana dan realisasi arus kas dengan cara pencocokkan profil jatuh tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan.

 

 

design by zay.arifin