Yulie Sekuritas Indonesia                                                             

Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System)

PT. Yulie Sekuritas Indoensia, Tbk

 

Sistem pelaporan pelanggaran merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap risiko operasional dengan meningkatkan efektifitas penerapan sistem pengendalian fraud yang menitikberatkan pada pelaporan pelanggaran, dan merupakan sarana laporan pengaduan fraud dari karyawan kepada Direktur dengan menitikberatkan pada pengungkapan dari pengaduan untuk meningkatkan efektifitas penerapan sistem pengendalian fraud.

Mekanisme pelaporan pelanggaran antara lain berupa:

    1. Cara penyampaian laporan.

Pelapor dapat menyampaikan pengaduan kepada Direktur dengan menggunakan media seperti sms, email dan surat.

2. Perlindungan bagi pelapor.

Mengacu pada ketentuan internal Perseroan.

3. Penanganan pengaduan.

Laporan fraud yang diterima akan diteruskan ke internal audit Perseroan, untuk selanjutnya akan dilakukan proses investigasi dan ditindaklanjuti.

4. Pihak yang mengelola pengaduan

Divisi yang menangani serta mengelola laporan pengaduan tersebut adalah internal audit Perseroan.

5. Hasil dari penanganan pengaduan

Laporan ditindaklanjuti oleh internal audit Perseroan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

 

Laporan yang disampaikan melalui sistem pelaporan pelanggaran adalah laporan yang terkait dengan

Fraud yang dijabarkan sebagai berikut:

a. Definisi fraud:

1. Tindakan penyimpangan atau pembiaran yang sengaja dilakukan untuk mengelabui, menipu, atau memanipulasi Perseroan, nasabah, atau pihak lain, yang terjadi di lingkungan Perseroan.

2. Menggunakan sarana Perseroan sehingga mengakibatkan Perseroan, nasabah, atau pihak lain, menderita kerugian.

3. Pelaku fraud memperoleh keuntungan keuangan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

b. Jenis jenis fraud:

1.  Korupsi yaitu menerima atau meminta imbalan, atau penyelewengan, atau penyalahgunaan uang Perseroan untuk kepentingan pribadi atau orang lain, atau menggerakkan orang lain, atau membuat rencana untuk merugikan Perseroan.

2. Penipuan yaitu mengelabui Perseroan, nasabah atau pihak ketiga, atau memalsukan dokumen,  tanda tangan, bukti fisik, atau segala bukti otentik.

3. Pencurian yaitu mengambil sebagian atau keseluruhan aset atau data Perseroan yang bukan merupakan haknya.

4. Pembiaran yaitu mengabaikan kewajiban prosedur atau tanggung jawab sebagai karyawan   Perseroan secara sadar dan sengaja.

5. Pelanggaran yaitu melanggar ketentuan internal Perseroan maupun eksternal, atau melakukan pembobolan dengan teknologi (cyber crime) atau tanpa teknologi, termasuk rekayasa pelaporan keuangan, dan tindak pidana perbankan.

 

 

 

 

design by zay.arifin